Sabtu, 18 September 2010

Karakteristik Arab Fusha

Bahasa Arab memiliki 3 macam lagam yaitu:
  1. Bahasa Aran Fusha. Lagam bahasa baku, seperti yang digunakan pada Al Qur'an, Hadist dan Syair (puisi) Arab.
  2. Bahasa Arab Fashihah. Lagam bahasa resmi, seperti bahasa komunikasi pada forum-forum resmi (pemerintahan, pendidikan, media massa/pers, pidato, siaran berita di televisi, dsb)
  3. Bahasa Arab 'Ammiah. Lagam bahasa ini sangat umum dipakai dan paling produktif penggunaannya, biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari di lingkungan masyarakat.
Karakteristik Bahasa Arab Fusha
  1. Di luar kemampuan orang awam/biasa. Orang awam tidak dapat menyusun bahasa Arab Fusha baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Bahasa Arab Fusha adalah bahasa yang sering digunakan dalam karya-karya sastra yang digunakan para sastrawan dan orator.
  2. menggunakan I'rab.
  3. Tidak hanya berasal dari satu dialek saja. Bahasa Arab Fusha bukan berasal dari satu dialek saja, bahasa Arab fusha berasal dari berbagai macam suku. Dalam konteks ini Dr. Ibrahim Anis mengatakan bahwa bahasa Arab Fusha yang dipakai di Masyarakat Arab telah bersih dari unsur-unsur dialek.
  4. Tidak akrab denga rasa bahasa orang Arab. Rasa bahasa adalah perasaan dimana ketika seseorang berbicara tidak merasakan adanya karakteristik tertentu dalam bicaranya. Orang yang berbicara dengan rasa bahasa tidak mungkin salah dalam berbahasa baik dalam tatanan fonologis, morfologis, sintaksis, semantis dan lain-lain.
Keuntungan bahasa Arab Fusha adalah bisa digunakan di semua negara Arab dan orang-orang Arab yang berpendidikan lebih maju bisa mengerti sedangkan bahasa 'Ammiah belum tentu bisa dipahami setiap negara karena sifatnya lokal walaupun sebenarnya huruf-huruf dan beberapa katanya sama.

Bahasa Arab Fusha saat ini hanya mampu mencakup sedikit saja dari berbagai macam fenomena yang digeluti tiap hari sedangkan di sisi lain bahasa 'Ammiah mampu mencakup wilayah yang lebih luas ekstensinya sebagai bahasa inklusif. Anak-anak Arab banyak mengalami kesulitan ketika mempelajari bahasa Arab Fusha, baik dalam hal pengucapan, penulisan ataupun penyusunan, hal ini merupakan salah satu bukti bahwa begitu meluasnya bahasa 'Ammiah di kalangan masyarakat Arab.

Keterpisahan bahasa Arab dengan dialek setempat dalam peradaban Arab bukanlah akibat dari pengaruh abad XXI atau XX, bukan juga dari keberadaan diantara peradaban Arab dengan peradaban modern, tapi hal ini berakar pada ekspedisi-ekspedisi Islam pertama hingga awal kejayaan peradaban Islam itu sendiri minimal hingga awal kekuasaan Dinasti Ummayah. Tepatnya ketika penduduk negeri taklukan mulai berasimilasi dengan penduduk Arab-Islam seraya tetap membawa bahasa dan kebudayaan asli mereka.

Menurut kacamata Qudama, asimilasi tersebut dipandang sebagai faktor penting yang mengakibatkan terjadinya "pembauran" bahasa. Akhirnya muncullah sejumlah "dialek yang menyimpang (lahn)" dalam wilayah bahasa secara terminologi, Lahn ialah kecenderungan mengucapkan kata dengan tidak benar. Dari pemahaman bahwa "bahasa" suku-suku Arab yang bereksodus dari Jazirah Arab di masa ekspedisi-ekspedisi Arab-Islam atau setelahnya, merupakan sedikit banyak berbeda dengan bahasa Quraisy sebagai "bahasa ibu" (lughah markaziyyah),

Thanks to Afriza, Fenny, Bela dan Riska atas rangkumannya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Site Info



Free Page Rank Tool

Komen Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.